Selasa, 19 Juli 2016

Punah

Malam ini judulnya punah. Seperti biasanya aku kalau jalan bareng temen, sekedar ngobrol, nongki, atau emang mau makan pasti ada unsur penasaran. Kamikoti adalah nama sebuah tempat makan yg bikin aku penasaran. Gimana tidak lucu banget namanya. Seperti mendekati kosakata kami kopi roti. Ah entahlah kebenarannya. Nah malam ini aku barusaja bikin janji sama seorang teman. Aku dan temanku secara tidak biasa, kita janjian ketemu di TKP. Malam ini kita anti mainstream. Ya itu karena dia harus ada yg dikerjakan dulu sebelum ke Kamikoti. Kak Melisa yg bikin cerita kalau kamikoti itu tempat unik dan enak. Malam ini aku yg punya ide buat kita ke sana bareng, dan menuntaskan rasa penasaranku. Yaks kak Melisa sudah sampe TKP duluan dan dia telpon beberapa kali juga kirim pesan di waslap ngomel-ngomel kalau ini tempat sdh bukan kamikoti lagi. Kamikoti palsu. Hah maksudnya. Ya sudah aku tetap ke sana aja. Pokoknya jangan sampe gak jadi. Eh sampe sana memang betul kamikoti sudah bukan yg dulu. Ini palsu. Plang di depan cafe masih kamikoti tapi di daftar menu namanya ElKa. Temanku kehilangan red velvet dan poteto poteto apa gitu dia bilang tadi. ah Jenis makanan apa itu baru dengar. Di atas mejanya sdh ada satu gelas hampir kosong isi es kofilate dan cangkir putih milik kawannya. Aku lihat juga 2 piring desert berisi setengah piscokju dan potongan senwic roti coklat dalemnya meses coloured springkle (bulet2 kecil warna warni). Wajahnya temanku itu udah gak karuan. Ini palsu udah beda banget. Gak ada kursi meja di teras. Itu yg bikin temanku di awal tadi udah curigesyen a.k.a curiga. "Ah aku mau ke toilet dulu. Habis itu kita ke mi Ayam." Gitu katanya. Aku nyengir aja. "Hey awas jangan2 toiletnya juga palsu." Sambil ketiwi garing. Terus Kita pulang deh. Mi ayam yg direncanakan dan sempat dilupakan pun udah tutup karena kemaleman atau libur karena mahasiswa dekat situ juga lagi pada mudik, gak tau deh. Semoga hanya mudik saja ya.... bukan punah untuk selamanya.. begitu juga dengan Kamikoti.. 😭😭😭😭😞😞😓😓😖😖😖

Rabu, 05 November 2014

Selalu bertanya, kapan Indonesia?

Changi air port, Singapore adalah persinggahan pertama kami hari ini. Untuk pertama kali menjejak kaki di bumi Singapura.

Anak Tropis dalam pesawat

Keberuntungan adalah ketika terbang dari Singapore menuju Bangkok pada sore hari.

Sinar matahari yang sebagian masuk lewat jendela, menjadi obat dingin selama kami dalam cabin pesawat karena memang asli anak tropis.

Rabu, 22 Oktober 2014

perut atau pelarian



mumpung masih muda maka lebih banyak mendengar dan melihat
berada dalam keluangan waktu yang sangat panjang dan tak terhitung salah satu hal yang paling menakutkan
pelarian energi, tuangan ide gagasan akan dapat memberikan peluang untuk lebih melihat dan mendengar
satu dua kali atau sering menertawakan diri sendiri adalah siap ditertawakan orang lain
memasuki sebuah komunitas tidak semata memenuhi kebutuhan sosial bahkan soal perut
tapi seni bagaimana membawa diri, menyampaikan tanggapan, memahami permasalahan, berusul bergagas,
pukulan gamelan memerlukan perbedaan
mendengar dan melihat ..

Jumat, 21 Maret 2014

Bali : Pengalaman dari Route Standar


Perjalanan ke Bali untuk yg kedua kalinya ini sebenarnya tidak begitu diniatkan. Hanya Karena “terpaksa tugas” tapi setidaknya wajib ada pengalaman baru dalam berperjalanan darat dan laut. Pengalaman ini tentu bukan untuk menuliskan kembali tour itinerary/jadwal dari biro yg kami pakai. #ini sedikit protes.

Perjalanan dari Tanah Lot menuju pantai Tanjung Benoa berkisar 1 jam akan lewat jalur cepat, begitu kata Bli Tomi guide kami. Bus melaju sedang membelah kota oleh local guide kami dijelaskan tentang bangunan di Bali yg ketinggiannya tidak boleh lebih dari pohon kelapa a.k.a 15 m. Tiba-tiba teman bangku depan berdiri dan bis sudah di lokasi perairan yang aneh. Inilah jalan tol diatas laut.