Sabtu, 16 Juli 2022

Perempuan Penyelamat atau Penyesat Keluarga

Tragedi atau hal yang terjadi atau gagasan sering membuat penuh isi kepala. Kalau kata Raditya Dika hal itu bisa dirayakan dengan menulis. Oke mari kita coba. 

Salah seorang teman bercerita bahwa dampingannya tinggal di daerah bantaran sungai nan kumuh. Teman saya ini seorang pendamping sosial. Keluarga yang sejak tahun 2013 itu ia kawal karena secara ekonomi masuk garis merah kebawah.

Senin, 19 April 2021

Proses Wajib Disyukuri

Nikmat mensyukuri nikmat, itu lebih nikmat daripada nikmat yang disyukuri. - Ustadz Salim A Fillah

Alohaaa quote of the day dulu...

Aku mau berbagi cerita yang ada hubungannya dengan wawancara masuk kerja. Gilaa gila bener…

Veteran pas-pasan rasanya susah nyari kerjaan yang pas…

Secara logika manusia sudah maksimal saat wawancara di sebuah Instansi Pemerintah di depan 1 Kepala Bidang yang melontarkan sekitar 8 pertanyaan, dan dihadapkan 4 orang lainnya yang cuma diem diem bae. Kayaknya di kesempatan itu saya over confident jadi qadarullah tidak lolos.

Sehari sebelumnya saya diundang wawancara oleh satu foundation. Tapi ya Allah saya ngerasa gak ada potensi sama sekali. Amat tinggi kriteria yg dibutuhkan di sana. Pewawancaranya seperti mencari sebenarnya passion atau minimal skill terkuat yg ada pada saya itu apa?

Jumat, 16 April 2021

Menegakkan Protokol Kesehatan di rumah OTG

Sampai catetan ini saya ketik, masih inget banget rasa haru pesan bu Prapti via telepon.

Jadi ada Bu Prapti teman mbak Indah (**siapa mbak Indah? baca cerita tes antigen ya). Beliau tetiba dapat nomerku dan telpon menanyakan keadaan anak-anak Mbak Indah, ketersediaan logistik di rumah, bagaimana nanti buka puasa dan bagaimana sahur. Karena saya bukan yang punya rumah saya gak tau hikss… kak Tali posisi masih di lantai atas jadi gak bisa langsung ditanya. Saya jawab sekenanya.

Sorenya beliau menelpon lagi menanyakan sudah ada untuk berbuka atau belum. Tapi saat itu saya sedang mengkondisikan Indi yang harusnya segera masuk ke kamarnya sendiri setelah mandi. Tapi indi mau ikut kakak-kakannya lihat youtube di meja luar. Jadi telponan sama bu Prapti keskip-skip.

Hehehe Bu Prapti nunggu selesai saya menyapa lagi, “halo bu nyuwun pangapunten ya bu..”

“hehhee gakpapa mbak Lista yang sabar ya, latihan punya anak” #jleb

“iya bu hehee” #tapiSambilMbrebesMili

Kamis, 15 April 2021

Menemani tes antigen anak-anak

Terlalu panjang dan berbusa kalau cerita via chat atau voice note.

Okelah kuputuskan cerita di sini saja, nampaknya lebih nyaman. Pasti ditampung, didengar dengan baik. Minimal direkam dengan tulus oleh dinding layar leptop..hehee

Jadi begini, kemarin hari pertama masuk Ramadhan. 13 April 2021, pagi jam 7 kurang 15 menit, tetiba mbak Indah mentor saya kirim WA. Minta tolong nungguin anak-anaknya yang di rumah karena mau ditinggal cek darah ke RS Sadewa. Sekitar jam 7 pagi sedangkan saya belum mandi dll. Simple pikiranku karena sedang mengandung jadi ya periksa kandungan, dan memang beberapa hari ini dapet kabar kalau tekanan darah drop dan butuh istirahat.

3 anak di tinggal di rumah sama saya yang gak pengalaman sama sekali ngurusin anak. Adek pun juga saya gak punya. Anak juga belum ada {nikah aja belom}. Yawes yg penting kupegang kunci “tenang ada Allah”. Udah kenal sih sama anak-anak tapi gak pernah ditinggal sendirian banget, biasanya ada teman yg dewasa yg lain. 2-3 jam selesai dan beres sudah pikirku.

Rabu, 23 Mei 2018

MOTIF LANGKA TENUN KALIUDA


Kata tenun memberikan kesan mahal dan indah. Kelas jenis kain yang memang dari segi pembuatannya heroik dan dramatis. Kedengarannya lebay...Tidak juga ah...

Kalau di Jawa ada lurik yang katanya juga diproduksi dengan cara di pintal ehh di tenun [sama gak sih?]. ATBM [alat tenun bukan mesin] kata bu guru saat SD, adalah salah satu alat untuk memproduksi selembar kain yang siap digunakan untuk membuat baju atau selembar kain untuk selendang saja. Lurik biasa untuk bahan membuat pakaian tradisional Jawa surjan dan kebaya.

Senin, 14 Mei 2018

B A S E C A M P S E M A L A M


Ceritanya kami teman se kantor pergi piknik. Yah gimanapun pejuang piknik bagi orang lain memang juga butuh piknik untuk diri sendiri, ini manusiawi. Posong yeay Alhamdulillah terwujud juga hari itu Senin sore 30 April 2018 kami berangkat berlima. Karena squadron kantor jogjakartour.com cewek semua termasuk ibu ownernya maka harus hunting driver yang bisa menemani perjalanan dan perasaan selama 2 hari semalam wahaaahaaaa. Ehh ada Pak CEO yang cowok sih tapi sukanya single travelling gitu #jarekancaku. Nah karena Ibu Direktur sedang menikmati kebersamaan dengan suaminya, maka kami sajalah yang berangkat piknik berempat ditambah mas Yoga as a driver guide. Mbak Septi Mbak Nisa Mbak Yoga Mas Yoga dan aku. Mengapa mas Yoga karena beliau ini seorang pendaki dan mengapa mas Yoga karena beliau terjebak dalam rayuan gembel para calon ibu yang cah kerjo ini. Hahaa.

Minggu, 22 April 2018

Oue Handsome Driver



Pembalasan dendam terhadap gurauan terkadang tidak harus selalu pakai celetukan lisan di saat yang sama. Catatan ini adalah pembalasan dendam untuk mas Bima yang waktu itu baru dikenalkan dua hari yang lalu, dan tidak secara resmi dikenalkan sama mas Ridwan ding. Sebut saja kancane kancaku (temannya temanku). Ah ini mungkin tidak penting bagi orang lain. Tapi agak penting bagi saya titipkan catatan di sini supaya tidak menguap tak berbekas diingatan.

Saya cewek yang termasuk cuek terhadap gaya berpakaian. Berpenampilan ya senyamannya saja, apa adanya kadang tanpa ngaca bedak ina ini dan itu, ngantor juga gitu. Apalagi tidak dalam agenda resmi misalnya ketemu sama client atau njagong manten (acara pernikahan). Jadilah tampilan yaa simple tidak dipikir.

Ooo hya mas Bima itu dedeg piadeg (perawakannya) tinggi, kulitnya putih, kuku tangannya sengaja agak dipanjangkan dan tentunya dirawat dengan sangat baik. Memang jadi kelihatan anggun kalau sedang memutar stang bundar. Rambutnya lurus dibelah samping, tertata rapi. Waktu itu saja karena merasa sudah kepanjangan sedikit saja dia mau potong rambut di kota Banyuwangi, tapi setelah muter kota cari barbershop dia ragu-ragu. Hahaaa. 

Jumat, 13 April 2018

TUGAS BANYUWANGI, BONUS PULAU BALI


Yeaaa ahirnya Alhamdulillah kesampaian juga pergi ke Pulau Bali dengan route yang tidak biasa atau antimainstream. Setelah dua kali ke Pulau Bali mengunjungi destinasi wisata yang sangat mungkin kanca-kancaku pernah kunjungi. Pertama kunjungan waktu SMK isinya aku cuma protes karena kebanyakan belanja hehee, dan kedua trip kantor lama yang paketannya hampir kayak anak sekolah. Destinasi itu antara lain Tanah Lot, Pantai Kuta, Bedugul, Pantai Sanur, Krisna, Melihat Tari Barong Batubulan, Pasar Sukawati dan GWK. Ahh GWK ini paling bagus dari daftar yang sudah terkunjungi heheee…

Selasa, 10 April 2018

Ngopi & Nge-pizza Bareng Kera

Tetiba inget kancaku jeng Ami yang pingin banget ke Banyuwangi naik kereta.

Beberapa waktu lalu kejatah dapat hadiah pergi tugas ke Banyuwangi. Berangkat naik bis dan pulangnya naik kereta. Kami berangkat berempat Mas Rid, Mb Nis, Mas Bim dan aku . Untuk tujuan kelancaran dan atas bantuan dari kancane kancaku hahaaa kami keliling kota Osing itu menggunakan mobil yang sewanya lepas kunci. Tengkyu and love you full lah gaes…..^^

To do list tugas kami, salah satunya adalah obyek wisata Taman Nasional Baluran. Walaupun dua orang lelaki dari kami adalah ahli leader overland tapi katanya sama juga belum pernah masuk ke Little Africa of Java. Kawasan hutan lindung itu terletak Kabupaten Probolinggo sekitar 1,5 - 2 jam dari Banyuwangi menggunakan mobil kecil dituntun oleh Waze-nya mas Bima. Letak pintu utamanya dekat dengan Desa Kebangsaan, kelihatan banget dari arah utara maupun selatan karena pas pengkolan/belokan. Ohya jangan lupa mengisi BBM dulu sebelum masuk kawasan hutan yang lumayan panjang. Jangan lupa juga bawa P3K Pertolongan Pertama Pada Kelaparan. Kami bawa mineral dan roti plus pizza semalam dan camilan secukupnya.

Senin, 09 April 2018

Kode Keras Sang Penghidup


Ini tentang tanda. Kode. Sign…dari Sang Designer Kehidupan…

Telepon pintar tetiba rusak saat last minute kudu berangkat nugas dan sudah tidak ada waktu lagi untuk nyervis atau beli baru. Ini pertanda. Waktu itu tugas ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan sekitarnya yang termasuk salah satu wishlista (red-daftar keinginan Lista) visiting Banyuwangi.

Memang ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan ketika barang penting itu rusak :
1) Kelewatan obyek bagus untuk sekedar didokumentasikan;
2) Tidak bisa komunikasi intens dengan kancaku (red-temanku) via sosial media walau sekedar update status.

Minggu, 08 April 2018

Mbak Keti : Belajarlah dari pengalaman orang lain dek’Ta




Seketika sedang mendengarkan radio channel 89,1 si mbak penyiar mengobrolkan tentang tips travelling, teringat sesuatu kejadian dibilang lucu, kaget dan semacam tanda pengingat dari Allah.


Waktu itu pertama kalinya melakukan perjalanan jauh. Ceritanya tahun 2014 kami berenam pergi bareng ke Thailand, ya aman aja karena tokoh intinya ada pada orang lain.

Setiba kita di Bandara Dong Mueang (DMK - the three letter city code) Kota Bangkok, Thailand sekitar pukul 20.00. Kami bu Guru Eska, Lutfandita, Mbak Arliva Afika, Mas Fajri dan Mas dosen (satu lagi ah siapa namanya itu aku lupa) dan aku, pokoknya kami berenam mendarat dengan indah dan disambut dengan promo nomor lokal plus bonus paket data dari salah satu provider di counter bandara. Belum juga berjalan jauh kami sudah dihadang pusat informasi pariwisata / Tourism Information Center (TIC) menawarkan peta wisata free, ah menyenangkan.

Senin, 24 Juli 2017

Mengenal Diri dan Mencintai Alam : Watu Lumbung


Dua tahun silam, kurang lebihnya lupa tahun berapa… aku diajak teman-teman se kelas di SMK untuk jalan-jalan ke daerah Bantul sambil reunian. Watu Lumbung kata temanku, ah entah mungkin nama sebuah situs sejarah atau apa, aku tidak begitu peduli, yang penting refreshing. Oke waktu itu hari minggu kita pergi ke sana. Sampai di jalan masuk perkampungan setelah jembatan besar di jalan parangtritis kami masih harus mencari. Taraaaa mbah google map yang menjadi tumpuan harapan kita berempat.
Ketemulah jalan masuk yang cukup untuk semobil, mantab karena memang ada plangnya, tapi kecil banget hampir hampir gak kelihatan. Well cus kita masuki jalan itu, naik dan naik, ndรจdรจl kalau orang jawa bilang.

Sepi..blas [red:sama sekali] tidak ada orang di sana.
Tapi kita nemu tempat asik di ketinggian. Waw pantai lho cahh!! kelihatan!!. Waktu itu masih jam 07.00 pagi jadi suasana masih sisa sunrise gitu. Setidaknya matahari masih anget dan menyehatkan.

Menikmati fota-foto, cekrak cerik. Wuah ini tempat kayak cafe tapi kita salah timing gumam saya waktu itu. Coba kalau pas sunset mestinya lebih bagus. Melihat lihat sekitar seperti ada cluster ditandai dengan bangunan yang rata-rata terbuat dari bambu atau kayu, tapi cluster apa saja aku yakin itu akan lebih menarik kalau ada penunggunya. Sekali lagi hanya ada plang kecil tulisannya juga sederhana.

Tetot…yang paling nyesek waktu itu karena membaca di sebuah plang nama bahwa ada cafe yang kalau kita bawa beberapa buku bisa dapat makanan gratis dan pagi itu cafenya tutup. Sepi. Salah timing beneran ini. Wah suatu saat harus ke sini lagi nih, janjiku pada diri sendiri. Tapi pasti nanti nanti sudah banyak orang yang tahu dan jadi tempat atau spot yang umum banget. Jaman sekarang [dua tahun lalu] tempat baru cepet ngehits.

Jumat, 09 September 2016

SOP SENEREG KOTA MAGELANG

Mbak Mas yang suka sering lapar [curhat] kalau ke Kota Magelang jangan hanya ke Alun-alun. Suasana kota tapi berangin sepoi dari gunung Tidar akan berasa lengkap jika sudah mampir ke sebuah warung dekat Alun-alun Kota Magelang.

Sesuai dengan namanya memang menu utama di Sop Senereg Bu Atmo adalah Sop Senereg. Apakah itu? Sop adalah jenis makanan sayur berkuah. Sop Senereg ala Bu Atmo khas Magelang ini beda dengan sop lainnya. Nasi dengan lauk yang bisa dipilih mulai daging ayam, daging sapi, iso atau babat. Sayur pelengkapnya adalah irisan wortel berbentuk dadu, kacang merah, bayam, kol dan daun bawang. Kesemua bahan sayuran itu disiram dengan kuah berbumbu semacam white stock. Sop khas Kota Magelang juga cocok jika disantap selagi panas disiang hari.

Selasa, 19 Juli 2016

Punah

Malam ini judulnya punah. Seperti biasanya aku kalau jalan bareng temen, sekedar ngobrol, nongki, atau emang mau makan pasti ada unsur penasaran. Kamikoti adalah nama sebuah tempat makan yg bikin aku penasaran. Gimana tidak lucu banget namanya. Seperti mendekati kosakata kami kopi roti. Ah entahlah kebenarannya. Nah malam ini aku barusaja bikin janji sama seorang teman. Aku dan temanku secara tidak biasa, kita janjian ketemu di TKP. Malam ini kita anti mainstream. Ya itu karena dia harus ada yg dikerjakan dulu sebelum ke Kamikoti. Kak Melisa yg bikin cerita kalau kamikoti itu tempat unik dan enak. Malam ini aku yg punya ide buat kita ke sana bareng, dan menuntaskan rasa penasaranku. Yaks kak Melisa sudah sampe TKP duluan dan dia telpon beberapa kali juga kirim pesan di waslap ngomel-ngomel kalau ini tempat sdh bukan kamikoti lagi. Kamikoti palsu. Hah maksudnya. Ya sudah aku tetap ke sana aja. Pokoknya jangan sampe gak jadi. Eh sampe sana memang betul kamikoti sudah bukan yg dulu. Ini palsu. Plang di depan cafe masih kamikoti tapi di daftar menu namanya ElKa. Temanku kehilangan red velvet dan poteto poteto apa gitu dia bilang tadi. ah Jenis makanan apa itu baru dengar. Di atas mejanya sdh ada satu gelas hampir kosong isi es kofilate dan cangkir putih milik kawannya. Aku lihat juga 2 piring desert berisi setengah piscokju dan potongan senwic roti coklat dalemnya meses coloured springkle (bulet2 kecil warna warni). Wajahnya temanku itu udah gak karuan. Ini palsu udah beda banget. Gak ada kursi meja di teras. Itu yg bikin temanku di awal tadi udah curigesyen a.k.a curiga. "Ah aku mau ke toilet dulu. Habis itu kita ke mi Ayam." Gitu katanya. Aku nyengir aja. "Hey awas jangan2 toiletnya juga palsu." Sambil ketiwi garing. Terus Kita pulang deh. Mi ayam yg direncanakan dan sempat dilupakan pun udah tutup karena kemaleman atau libur karena mahasiswa dekat situ juga lagi pada mudik, gak tau deh. Semoga hanya mudik saja ya.... bukan punah untuk selamanya.. begitu juga dengan Kamikoti.. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜“๐Ÿ˜“๐Ÿ˜–๐Ÿ˜–๐Ÿ˜–

Rabu, 05 November 2014

Selalu bertanya, kapan Indonesia?

Changi air port, Singapore adalah persinggahan pertama kami hari ini. Untuk pertama kali menjejak kaki di bumi Singapura.

Anak Tropis dalam pesawat

Keberuntungan adalah ketika terbang dari Singapore menuju Bangkok pada sore hari.

Sinar matahari yang sebagian masuk lewat jendela, menjadi obat dingin selama kami dalam cabin pesawat karena memang asli anak tropis.

Rabu, 22 Oktober 2014

perut atau pelarian



mumpung masih muda maka lebih banyak mendengar dan melihat
berada dalam keluangan waktu yang sangat panjang dan tak terhitung salah satu hal yang paling menakutkan
pelarian energi, tuangan ide gagasan akan dapat memberikan peluang untuk lebih melihat dan mendengar
satu dua kali atau sering menertawakan diri sendiri adalah siap ditertawakan orang lain
memasuki sebuah komunitas tidak semata memenuhi kebutuhan sosial bahkan soal perut
tapi seni bagaimana membawa diri, menyampaikan tanggapan, memahami permasalahan, berusul bergagas,
pukulan gamelan memerlukan perbedaan
mendengar dan melihat ..

Jumat, 21 Maret 2014

Bali : Pengalaman dari Route Standar


Perjalanan ke Bali untuk yg kedua kalinya ini sebenarnya tidak begitu diniatkan. Hanya Karena “terpaksa tugas” tapi setidaknya wajib ada pengalaman baru dalam berperjalanan darat dan laut. Pengalaman ini tentu bukan untuk menuliskan kembali tour itinerary/jadwal dari biro yg kami pakai. #ini sedikit protes.

Perjalanan dari Tanah Lot menuju pantai Tanjung Benoa berkisar 1 jam akan lewat jalur cepat, begitu kata Bli Tomi guide kami. Bus melaju sedang membelah kota oleh local guide kami dijelaskan tentang bangunan di Bali yg ketinggiannya tidak boleh lebih dari pohon kelapa a.k.a 15 m. Tiba-tiba teman bangku depan berdiri dan bis sudah di lokasi perairan yang aneh. Inilah jalan tol diatas laut.

Rabu, 13 November 2013

Dialek Spanyol di Kampus Alcok Kotagede



Malam Rabu 12 november 2013 ini pertemuan ke-dua les bahasa Spanyol dengan anak-anak Kampus Alcok (kampong wisata alun-alun dan cokdryudan, kotagede).
Sesi guiding teknik yang diajarkan oleh pak Didik guru kami lagi-lagi adalah lontaran pertanyaan apa Skill yang dimiliki dan apa yang manfaat bagi dunia pariwisata, dan di kertas masing-masing kami menuliskan jawabannya.

Sabtu, 09 November 2013

Belajar bahasa Spanyol di Kampus Alcok



Tawaran belajar bahasa Spanyol tiba-tiba meluncur begitu saja di pesan singkat HP saya ketika berjejal-jejal dengan pekerjaan kantor. Tanpa pikir panjang lagi saya ‘iya-kan’ tawaran itu karena memang ada keinginan mempelajari/menguasai bahasa dari rumpun Eropa. Entah nanti manfaatnya apa. Dulu saat masih sekolah kami juga pernah belajar bahasa Perancis, walau 3 tahun diajarkan di sekolah selama 2 jam pelajaran seminggu, ya tetap saja masih sulit untuk bisa ngomong dalam bahasa Prancis. Apalagi tidak pernah sama sekali dihadirkan native speaker. Heheee.